Mengintip Perkawinan Anak Di Bawah Umur Di India


Banyak anak perempuan di India menikah ketika mereka masih anak-anak. pernikahan Anak-anak dilarang di negara ini, namun mereka masih terjadi. Pemerintah survei pada tahun 2006 melaporkan bahwa 45% anak perempuan India sudah menikah yang lebih muda dari 18 tahun. Lokal upacara pernikahan anak penggerebekan polisi ketika mendapat kesempatan, karena gadis-gadis muda yang dipaksa menikah dengan anak laki-laki atau orang tua sering berada dalam risiko kekerasan dan pelecehan seksual.

Baru menikah Krishna, 11, mengangkat cadarnya saat upacara pernikahan dengan Gopal Kishan 13 tahun di sebuah desa dekat Kota di negara bagian India barat laut Rajasthan, 16 Mei 2010.

Mamta, 9, pembonceng dengan dia laki-laki Ram Singh, 14 rides, setelah pernikahan mereka di Biaora, di India pusat negara bagian Madhya Pradesh April 22, 2009.

Amlee, lima tahun lebih muda dari suaminya, Ashok,, 15 selama ritual pernikahan mereka di padang gurun desa India Srirampur negara barat laut Rajasthan pada tanggal 14 Mei 1994.

Pengantin anak 14 tahun Lalita Saini (R) menghadiri wawancara dengan Reuters di desa Alsisar, sekitar 200 km (124 mil) utara dari Jaipur, India, 25 April 2007.laki-laki Mohammad Waseem (7 Tahun) duduk dengan istrinya Nisha (4 tahun) dan ayahnya Muhammad Ismil di sebuah kantor polisi di Karachi, 31 Oktober 2008.

Hemant 16, duduk dengan 13 tahun istrinya Saraswati yang baru menikah dalam nikah massal di luar desa di dekat Kota di negara bagian barat laut Rajasthan, 17 Mei 2010.

9 tahun Nujood al-Ahdal, yang pernikahan diakhiri oleh pengadilan pekan lalu, menghadiri sebuah konferensi pers dengan pengacaranya Shatha Nasser di Sanaa, Yaman, 21 April 2008.

Peristiwa Lucu dan Memalukan Dunia Olahraga



Olahraga di dunia memiliki berbagai macam cabang. Mulai dari basket, renang, sepak bola, tenis, hingga olahraga balap. Dan masing-masing cabang tersebut pastinya salah satu ada yang kamu gemari dan terus mencoba untuk menjadi seorang yang profesional dan serius dalam menggelutinya. Tapi, tahukan kamu bahwa ada kalanya seorang yang telah dibilang profesional juga melakukan kesalahan dan sikap ceroboh sehingga itu dapat menimbulkan beberapa kejadian seperti gambar yang akan saya bagikan di bawah ini?
Hide ▲

pantattusuk dari belakangkepala dalam celana dalamnekatmalubaumlorotbuka pantatcipokmasuk anustusuk dari belakang part 2kekecilankencingkeliatan anunya

Lucu kan gan? Hehe, maaf yah ada unsur porno grafinya.

Seorang Mahasiswi China mempunyai ribuan peminat

Gara-gara pengumuman seperti ini yang di tempel di dinding pengumuman kampus
University of Electronic Science and Technology of China in Chengdu.

Pengumuman dari Zhang Mengqian:

Terjemahannya pengumumannya, kira-kira seperti ini:
Nama saya Zhang Mengqian dan saya adalah mahasiswi tingkat pertama. Saya rasa saya ini orangnya menarik tapi entah kenapa, saya nggak bisa mendapatkan pacar yang cocok. Walaupun demikian saya percaya akan jodoh. Kalau kamu punya keinginan dan situasi yang sama, datanglah ke gedung asrama saya dan panggil nama saya antara jam 12.30-12.50 pada tanggal 11 Maret. Nanti saya akan mengamat-amati kamu dari jendela asrama saya. Kalau kamu termasuk tipe pacar yang saya cari, saya akan turun berkenalan dengan kamu.

Entah karena China yang sangat kekurangan wanita atau memang mahasiswi ini cantik. Yang pasti mahasiswi China ini, Zhang Mengqian, tidak menyangka kalau dirinya diminati oleh ribuan pria yang mengantri untuk menjadi pacarnya. Sang mahasiswa menyatakan keinginan untuk mempunyai pacar di sebuah dinding 'harapan khusus' yang disediakan oleh universitasnya.


Nama: Zhang Mengqian
Pekerjaan: Mahasiswi Universitas Ilmu Elelktronik & Teknologi China
Lokasi: Chengdu (Propinsi Sichuan, China)

PERTANYAAN:
Padahal cewek ini kelihatan biasa aja, tapi bisa ribuan cowok ngantri jadi pacarnya, itu yang luar biasa! Kenapa? Jawabanya ada di bawah:


Zhang menuntut ilmu di Universitas Ilmu Elektonik dan Teknologi China di Chengdu, barat daya Provinsi Sichuan, China. Pada tanggal 7 dan 8 Maret, universitas tersebut menentukan sebagai a girls' day bagi para mahasiswinya. Semua mahasiswi dikasih sebuah kartu kosong untuk menuliskan harapan mereka dan menempelnya di dinding 'harapan khusus' kampus tersebut.


Dimana di Indonesia, ada 1 cewek biasa-biasa aja tapi yang ngantri jadi pacarnya ada 1000 cowok? Utk cewek Indonesia yang kesulitan cari cowok, silahkan datang aja ke China! Pasti cepat dapat jodoh!


Di China, ternyata cowok-cowok mesti berjuang sangat keras untuk mendapatkan cewek karena persaingan ketat...seperti mau ikut seleksi CPNS aja nih.... Nasib!


Rasio perbandingan mahasiswa vs. mahasiswi di kebanyakan universitas China = 25:1
25 mahasiswa vs. 1 mahasiswi. Wah...gersang banget! Cewek bisa gonta ganti pacar tiap bulan nih! Cowoknya macem2, tinggal pecat aja, cari yang lain...udah ada yang ngantri!


JAWABAN:
So many men! So few women! Itulah situasi komposisi populasi di China. Masyarakat China terlalu banya meng-aborsi bayi perempuan karena mitos bayi laki-laki itu jauh lebih baik untuk masa depan keluarga dan peruntungan tapi kenyataan nya? Bayi laki-laki tsb nantinya setelah besar harus berjuang keras untuk mendapatkan calon isteri supaya bisa punya bayi laki-laki (?!). Inilah kebodohan yang sudah turun menurun mengalir deras di negara China. Kasihan!



Zhang yang lagi kesepian pun menuliskan bahwa dia punya keinginan untuk punya pacar. Bagi siapa yang memenuhi kriteria dipersilahkan untuk ke kamarnya pada hari tertentu, jam tertentu, dan meneriakkan namanya. Ternyata pada hari tersebut ribuan peminat datang dan berkumpul, akan tetapi hanya sedikit yang berani untuk meneriakkan namanya. Sayang tidak dijelaskan apa saja syarat pria untuk menjadi pacarnya. Jangan-jangan salah satunya harus mempunyai rumah ya.


Sumber:

12 Tahun Berlalu, Tragedi Mei 98 Terabaikan

Dua belas tahun sudah berlalu, kasus Tragedi Mei 98 mengalami kebuntuan. Padahal hingga kini korban dan keluarga korban masih mengalami trauma, sementara yang bertanggungjawab atas tragedi ini masih bebas berkeliaran.
Para korban, keluarga korban dan pendamping Tragedi Mei 98 mendesak ketegasan pemerintah terhadap upaya penegakan hukum dan keadilan. Pendamping korban dari Yayasan KontraS, Yati Andriani mendesak Kejaksaan Agung menindaklanjuti serius rekomendasi Komnas HAM yang menegaskan bahwa kasus itu tergolong pelanggaran HAM berat dan menuntut Kejaksaan Agung menuntaskan kasus itu: „Hasil rekomendasi Komnas HAM sudah ada sejak 2002-2003. Kita minta kepada presiden untuk mendorong proses hukum ini.“
Ditambahkannya, yang lebih memprihatinkan mereka yang diduga bertanggungjawab dalam kasus ini, malah terjun ke dunia politik dan mebikmati impunitas: „pemanggilan terhadap Sjafrie Syamsuddin juga ditolak oleh Babinkum TNI/Polri.“
Padahal para korban menanggung beban trauma hingga kini. Andi Yestriani dari Komnas Perempuan menyebutkan, bukan hanya korban yang mengalami trauma dan kesulitan menjalani kehidupan normal pasca tragedi itu, namun para pandamping korban juga merasa frustasi: „penyangkalan terhadap kesaksian korban di awal tahun 98 amat membekas di hati mereka.Hari ini i-dus.com bertemakan tentang"12 Tahun Berlalu, Tragedi Mei 98 Terabaikan. Ada yang kehilangan kepercayaan pada gerakan reformasi sehingga tak mau bersentuhan dengan dunia politik. Ada pula yang merasuk ke kehidupan pribadi sehingga sampai ada juga yang harus bercerai.“
Tak hanya terhadap kejaksaan atau pemerintah, keluarga korban juga begitu kecewa terhadap DPR yang menyatakan bahwa tragedi itu bukan pelanggaran HAM berat. Sekarang, para korban, keluarga korban dan pendamping Tragedi Mei 98 meminta negara tidak melupakan begitu saja masalah itu. Yati Andriani dari KontraS menuturkan:„Di pikiran korban tak ada dendam atau menyasar secara personal. Tapi kebenaran itu penting untuk menapak ke masa depan. Kalau kebenaran ditutupi kita tidak akan pernah belajar.“
12 Mei 1998, perjalanan sejarah Indonesia terkoyak oleh pembunuhan terhadap para mahasiswa pro reformasi yang berunjuk rasa. Peristiwa tragis itu disusul dengan kerusuhan masal, berupa penjarahan, pembakaran, dan kekerasan seksual. Etnis Tionghoa tidak luput menjadi korban. Komnas HAM juga pernah membentuk komisi penyelidik yang kemudian memberikan rekomendasi. Tapi tidak ada langkah lanjutan dari parlemen maupun pemerintah sampai sekarang.