Air Force One, Burung Besi Tunggangan Obama


Hari ini Presiden Amerika Serikat Barack Obama akhirnya tiba di Indonesia. Dari India, bersama istrinya, Michelle, Obama berangkat dengan pesawat kenegaraannya, Air Force One, langsung menuju Jakarta. Sebenarnya, apa itu Air Force One?

Air Force One merupakan sebutan resmi para petugas air traffic control untuk pesawat milik angkatan udara Amerika Serikat yang mengangkut presiden AS. Asalkan ada presiden AS di dalamnya, setiap pesawat manapun bisa dipanggil dengan sebutan Air Force One.

Ide mendesain pesawat militer khusus untuk mengangkut presiden AS muncul di tahun 1943, saat angkatan udara AS khawatir atas kebijakan pemerintah mengandalkan maskapai penerbangan komersial untuk menerbangkan presiden.

Untuk itu, angkatan udara AS yang ketika itu bernama United States Army Air Forces (USAAF) menata ulang desain pesawat C-87 Liberator Express untuk dijadikan pesawat resmi kepresidenan. Akan tetapi pemilihan pesawat ini ditolak oleh United States Secret Service. Pasalnya, pesawat tersebut memiliki catatan keamanan yang buruk.

Pesawat C-54 Skymaster kemudian dipilih untuk menjadi pesawat kepresidenan. Pesawat yang diberi julukan Sacred Cow ini pertama kali digunakan oleh presiden Franklin D. Roosevelt pada tahun 1945 dan dilanjutkan oleh presiden Harry S. Truman selama dua tahun berikutnya.

Kode nama ‘Air Force One’ sendiri dibuat pada tahun 1953. Ketika itu terjadi sebuah insiden di mana pesawat yang mengangkut presiden Dwight D. Eisenhower memasuki kawasan udara yang sama dengan sebuah pesawat komersial lainnya yang menggunakan panggilan yang sama.

Sejumlah pesawat telah digunakan sebagai Air Force One sejak dibuatnya armada pesawat kepresidenan.

Sejak tahun 1990, armada pesawat kepresidenan terdiri dari dua pesawat Boeing VC-25A yang merupakan pesawat Boeing 747-200B yang dimodifikasi secara khusus.

747-200B yang dikontrol oleh 3 orang kru di kokpit, memiliki panjang 70,6 meter, lebar 59,6 meter dengan kabin selebar 6,1 meter. Saat mengudara, kecepatan maksimalnya adalah 955 kilometer per jam dan membutuhkan landasan pacu sepanjang 3.190 meter. Dengan bahan bakar penuh sebanyak 199,158 liter, pesawat mampu menempuh perjalanan hingga 12.700 kilometer.

Pesawat ini sendiri akan mengakhiri masa jabatannya dan diganti oleh pesawat lain milik Boeing pada tahun 2017, 2019, dan 2021 mendatang.