Slogan 'Apa Kata Dunia' Jadi Ledekan

Melesatnya kasus dugaan makelar pajak Gayus Tambunan membuat Direktorat Jenderal Pajak terus menerus menjadi sorotan. Apalagi, ada sinyalemen Gayus-Gayus lainnya bertaburan di kantor pajak. Tak pelak, kasus Gayus menjadi gunjingan hangat di kalangan masyarakat menyusul santernya pemberitaan media, baik di elektronik, cetak dan internet. tak sedikit yang menceritakan kisah kehidupan mewah teman atau tetangga mereka yang bekerja di Ditjen Pajak dan Bea Cukai. Tak heran, jika slogan yang kerap digunakan oleh Ditjen Pajak untuk mengkampanyekan kesadaran membayar pajak semakin populer.
Slogan "Apa Kata Dunia" diiklankan oleh Ditjen Pajak melalui berbagai jenis media, baik media luar ruang hingga media massa. Iklan itu menampilkan sejumlah orang, seperti pria tua botak yang menengadahkan tangan dengan mimik muka bergaya meledek. Pernyataan yang muncul, punya penghasilan tak punya NPWP, "Apa Kata Dunia." Iklan lainnya juga muncul dalam berbagai versi dan bintang iklan mulai dari ibu berkacamata dengan gaya melotot, juga gadis dan pria muda yang tersenyum sembari menengadahkan tangan. Dari ratusan komentar pembaca yang masuk, tak sedikit yang menyinggung slogan "Apa Kata Dunia" yang juga populer lewat film Nagabonar yang dibintangi Deddy Mizwar. Bahkan, ada yang memelesetkan menjadi "Apa Kata Akherat."

Sebut saja misalnya yang disampaikan oleh pembaca yang mengaku bernama Ginanjar. "Petugas pajak ngemplang duit pajak.... APA KATA AKHERAT !!!!! Remunerasi nggak ngaruh kalau mentalnya sudah bejaattt. Tolong satgas selidiki semuanya termasuk aparat penegak hukum....gaya hidup mereka sudah tidak wajar. Merdeka dari koruptor, jayalah negeriku."

Berikut ini sejumlah contoh komentar pembaca lainnya:

M Anwar: Hari gini masih bayar pajak... "Apa Kata Dunia."

Rini : orang sudah pada sadar untuk bayar pajak, iklan dimana-mana agar warga gak telat laporin SPT tahunan, petani ngebelain ngutang buat bayar pajak sawahnya meskipun hasil sawahnya merugi. eh ini malah masuk rekening pribadi pegawai pajak dipakai beli rumah,mobil, barang-barang lainnya. APA KATA DUNIA?????

corruptor hunter : Gayus kuliah di STAN dibiayai negara, sudah selesai malah langsung menjarah negara, APA KATA DUNIA???? dan mungkin masih banyak alumni STAN seperti Gayus. Ini menunjukkan bahwa STAN sebagai dapur pencetak pegawai negeri tidak mampu mendidik moral mahasiswanya. Kalau pegawai rendah seperti Gayus bisa mengeruk milyaran... apalagi pejabat di atasnya pasti lebih besar???? setidak-tidaknya Dirjen Pajak dan semua pejabat di atas Gayus pantas mundur atau dipecat sebagai pertanggungjawaban moral.

Gelatik: "Dulu" orang bijak bayar pajak. Petugas pajak ngemplang pajak. "Apa Kata Dunia???". Weleh.. weleh..."Kata Dunia Apa" Kalau hanya satu dua orang, wong si Gayus bilang di lingkungannya banyak yang melakukan hal yang sama, apa ini masih dianggap oknum...???. saya pikir ini bukan oknum lagi tapi komplotan preman.. . "Apa Kata Dunia???"

Para Ibu Terkaya di Dunia Tahun Ini

Forbes, merilis beberapa ibu yang memiliki kekayaan yang besar atau deretan ibu-ibu terkaya di dunia. Forbes berhasil merangkum 10 orang ibu yang telah berkiprah sebagai wanita karir ataupun hanya sebagai istri dari orang-orang terkaya di dunia. namun dari 10 orang ibu tersebut masih didominasi oleh wanita-wanita karir yang bertindak sebagai pemimpin perusahaan-perusahan besar dunia.

Bos Wal-Mart, Ibu Terkaya

Diurutan pertama sebagai ibu terkaya ditempati oleh CEO perusahaan ritel terbesar, Wal-Mart yaitu Christy Walton. wanita berusia 55 tahun ini merupakan ibu dari 1 orang anak yang tercatat memiliki kekayaan sebesar 22,5 miliar dollar. Sejak mengepalai Wal-Mart, jumlah kekayaannya semakin menunjukan peningkatan hingga akhirnya dirinya dinobatkan masuk kedalam 10 besar CEO terkaya di AS. Wal-Mart merupakan sektor bisnis turun temurun dari keluarga Walton, sebelumnya, suami dari Christy sempat menjadi CEO sebelum ia meninggal akibat kecelakaan udara.

Diposisi selanjutnya ditempati oleh Liliane Bettencourt, wanita berumur 87 tahun yang memiliki 1 orang anak ini terkenal sebagai pendiri dari salah satu pendiri dari perusahaan kosmetik tebesar di dunia yaitu L'Oreal. Berkat mendirikan perusahaan komestiknya tersebut, ia kini menjelma sebagai salah satu wanita terkaya di Eropa. Jumlah kekayaan yang ia miliki menurut Forbes tercatat mencapai 20 miliar dollar.

Satu-satunya ibu asal kawasan Asia akhirnya masuk kedalam 10 ibu terkaya versi Forbes. Ia adalah Savitri Jindal. Jindal merupakan mantan CEO dari perusahaan O.P. Jindal Group. Perusahaan yang bergerak di sektor logam dan merupakan salah satu perusahaan logam yang terbesar di India. Perusahaan yang didirikan oleh suaminya, OM Prakash Jindal di tahun 1952 ini telah memberikan dampak yang besar bagi diri Savitri Jindal. Jumlah kekayaan yang dimilikinya saat ini tercatat sebesar 12,2 miliar dollar. Setelah tidak menjadi CEO O.P Jindal Group ia kini memfokuskan dirinya untuk berkumpul dengan 9 orang anak-anaknya di suatu wilayah hunian eksklusif di Haryanan, India.

Satu lagi salah satu wanita terkaya di Eropa masuk dafta ibu terkaya versi Forbes. Ia adalah Susanne Klatten, wanita asal Jerman yang sempat menjadi Direktur BMW ini tercatat memiliki kekayaan sebesar 11,1 miliar dollar. Paska keluar dari BMW, kini ia merupakan penguasa mayoritas saham perusahaan kimia yang bernama Altana.

Berikutnya merupakan wanita tertua yang masuk kedalam 10 ibu terkaya di dunia. Ia adalah Anne Cox Chambers. Putri pendiri dari Cox Enterprises, James M. Cox. Cox eenterprises kita ketahui bersama ialah mega perusahaan yang memiliki banyak anak perusahaan seperti 15 stasiun TV, 17 harian surat kabar dan 86 stasiun radio. Di tahun ini ia genap berusia 90 tahun dan memiliki kekayaan sebesar 10 miliar dollar.

Di posisi terakhir ada wanita berumur 55 tahun yang bernama Charlene de Carvalho-Heineken. Ia merupakan putri dari pendiri perusahaan bir terbesar didunia, Heineken. Charlene memiliki 5 orang anak dan kini menetap di London. Total kekayaan yang dimilikinya mencapai 7 miliar dollar.

Kisah-kisah Milyarder Dunia; Dari Miskin Hingga Bergelimang Harta



(Vibiznews - Business) - Perkembangan karir dan kekayaan tiap orang memang berbeda-beda, tak terkecuali apa yang terjadi pada beberapa miliarder dunia yang jauh sebelum menjadi orang terkaya merupakan orang yang cukup miskin. Berkat perjuangan dan ketekunan mereka, alhasil gelimang harta dan status tertinggi dapat mereka raih. Forbes pada hari ini (11/5) berhasil merangkum 10 orang miliarder dunia yang memiliki perjuangan yang keras untuk dapat meraih status orang terkaya di dunia.

Bos Chelsea, Abramovich Urutan Pertama

Pada urutan pertama ditempati oleh Roman Abramovich. Kiprah miliarder dunia ini memang semakin lama semakin cemerlang. Pemilik perusahaan minyak dan besi baja terbesar di Rusia, Gazprom dan Evraz ini membuktikan bahwa perjuangan untuk meraih kesuksesan butuh proses dan waktu yang lama. Perjuangan tersebut berawal pada umur 4 tahun dimana ia menjadi seorang yatim piatu akibat meninggalnya kedua orang tuanya. Hidup lalu bergantung kepada seorang pamannya yang tinggal di Moskow.

Beranjak ke usia dewasa, dirinya langsung masuk wajib militer. Keterbatasan ekonomi membuatnya urung untuk melanjutkan pendidikan paska lulus SMA. Setelah menjalankan wajib militer, ia beralih bekerja serabutan dengan menjual peralatan dapur yang terbuat dari plastik. Setelah itu ia menjadi pengusaha importir barang-barang kebutuhan rumah tangga. Bisnisnya semakin melebar ke peternakan dan juga bahan bakar minyak. Pada tahun 1995 ia bersama Boris Berezovsky, berhasil membeli perusahaan minyak yang bernama Sibneft. Industri minyak mentah kini rupanya menjadi bisnis inti dari Abramovich sampai dengan sekarang. Sisi lain dari Abramovich ialah dirinya merupakan pengiila sepakbola. Berkat hobinya tersebut ia berhasil membeli klub sepakbola CSKA Moskow dan Chelsea. Menurut Forbes, kekayaanya disinyalir mencapai 11,2 miliar dollar.

Milyarder selanjutnya ialah bos Oracle, Larry Ellison. Kehidupannya tak kalah dengan apa yang dialami oleh Abramovich. Ellison terlahir di wilayah miskin, Bronx, dengan dibawah asuha kedua paman dan bibinya. Ellison sejak kecil memang hidup sebagai yatim. Namun dengan segala keterbatasannya tersebut dirinya tidak patah arang, dengan bekal ilmu komputer hasil pendidikan di kuliah, meskipun ia drop out, ia berhasil menciptakan beberapa karya yang dinamai software di era tahun 70an. Pada tahun 1977, ia bersama kawan-kawannya mendirikan perusahaan kecil yang bernama Oracle yang berikutnya menjadi perusahaan besar produsen software terkemuka didunia. Menurut Forbes, kekayaan yang dimilikinya saat ini senilai 28 miliar dollar.

Bos Apple pun tak luput masuk kedalam urutan milyarder seperti diatas. Steve Jobs lahir di kawasan menengah kebawah di wilayah Santa Clara, California. Ia menjalani pendidikan dengan keterbatasan biaya menjadi kendala. Puncaknya akibat kendala tersebut ia terpaksa drop out dari Reed College dan meski bekerja di Apple pada tahun 1976 sebagai penjaga outlet komputer dan pada akhirnya 20 tahun berikutnya ia menjadi CEO salah satu perusahaan komputer terbesar di dunia tersebut.

Pengarang novel Harry Potter, J.K Rowling pun masuk kedalam deretan milyarder-milyarder seperti diatas. Awal karirnya ia merupakan seorang wartawan lepas di Skotlandia. Keahliannya membuat novellah yang membuatnya menjadi novelis dengan novel yang laris hingga saat ini. Harry Potter and the Sorcerer’s Stone yang dirilis tahun 1997-lah yang berjasa bagi hidupnya dan berhasil merauk keuntungan senilai 5 miliar dollar di semua seri novelnya.

Masih SMA Sudah Jadi Teknopreneur!

Diane Keng, pendiri laman myweboo.com

Berwiraswasta tidak harus menunggu sampai lulus sekolah. Seorang remaja di Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa dia bisa merintis jalan sebagai pengusaha kendati masih duduk di bangku SMA.

Dia bernama Diane Keng. Masih berumur 18 tahun, Diane bersama kakaknya Maret lalu sukses meluncurkan laman MyWeboo.com. Laman itu berguna membantu sesama remaja mengatur laman-laman favorit, termasuk situs jejaring sosial, ke dalam satu wadah.

Pada pameran Web 2.0 Expo di San Fransisco awal pekan ini, Diane memamerkan MyWeboo sekaligus berupaya menarik minat para investor untuk menanamkan modal mereka guna mengembangkan jaringan laman itu.

Layaknya seorang profesional, Diane sudah pintar mengatur waktu. Setiap pagi, gadis yang tercatat sebagai murid SMA Monta Vista di Kota Cupertino, negara bagian California, sibuk dengan berbagai pelajaran, termasuk kelas ekstra ilmu ekonomi terapan dan pemerintahan. Sore hari, Diane menjaga kebugaran dengan berlatih badminton.

"Usia, gender, dan minim pengalaman tidak membuat saya gentar untuk mengelola perusahaan," kata Diane seperti dikutip laman harian The Wall Street Journal. Bersama kakaknya, Steven (25), Diane berstatus sebagai pendiri (founder) MyWeboo. Dalam jabatan struktural, Steven berposisi sebagai Kepala Eksekutif Korporat (CEO), sedangkan Diane adalah Direktur Pemasaran (Marketing).

Dua bersaudara itu beruntung memiliki ayah yang berprofesi sebagai pebisnis investasi - yang rutin bolak-balik antara Beijing (China) dan Cupertino. Oleh ayahnya, Diane dan Steven diberi modal awal US$100.000.

Diane mengaku bahwa MyWeboo merupakan bisnisnya yang ketiga. Kali pertama dia berbisnis ketika masih berusia 15 tahun. Saat itu dia menggarap usaha sablon kaos.

Merasa tidak mendapat untung yang sepadan, Diane meninggalkan usaha sablon kaos dan mencoba mendirikan firma konsultan pemasaran produk remaja. Namun bisnis yang satu ini membuat Diane sulit membagi waktu untuk belajar dan bergaul. Maka, sejak Maret lalu dia bersama kakaknya mencoba peruntungan di bisnis jasa internet.

Diane pun beruntung tinggal dan bersekolah di lingkungan yang masuk dalam wilayah "Lembah Silikon" (Silicon Valley). Kawasan ini dikenal sebagai pusat produksi barang-barang berteknologi canggih dan sudah pasti banyak orang pintar yang tinggal dan bekerja di wilayah itu.

Silicon Valley pun dikenal sebagai penghasil sejumlah wiraswastawan belia. Salah satunya adalah Gurbaksh Chahal, yang membuka bisnis online di bidang iklan, Click Agents, saat masih berusia 16 tahun.

Dua tahun kemudian Chahal menjual perusahaannya senilai US$40 juta sebelum akhirnya membuka laman iklan baru, BlueLithium. Laman baru itu pun dia jual seharga US$300 juta ketika usia Chahal baru 25 tahun.

Lembah Silikon juga menghasilkan Kristopher Tate, yang di usia 16 tahun meluncurkan laman berbagi foto, Zooomr. Kini, di usia 22 tahun, Tate menjalankan sebuah perusahaan portofolio berbasis internet dari Tokyo.

Namun, para remaja pebisnis itu tidak langsung mereguk kesuksesan. "Selama dua tahun pertama mengelola Click Agents, saya mengorbankan masa muda," kata Chahal. Dia pun terpaksa drop-out dari sekolah untuk berkonsentrasi pada bisnisnya. "Saya tidur dan bekerja di kantor," lanjut Chahal.