10 Tips Sukses Bertemu Calon Mertua

Bertemu untuk pertama kalinya dengan calon mertua pasti membuat deg-degan, malu, bahkan panik. Nah, cara terbaik untuk meyakinkan mereka adalah dengan memberikan kesan pertama yang baik. Ini triknya.



1. Berpakaian menarik dan sopan



Artinya, hindari celana jins sobek-sobek, kaus belel, tank top seronok, atau jaket kulit bagi para pria. Jangan pakai juga rok mini, kaus ketat dan seksi, juga sepatu tumit supertinggi. Ingat, ini bukan waktu yang pas untuk peragaan busana. Sisir rambut dengan rapi, bersihkan telinga dan kuku, sikat gigi. Intinya, tampil sederhana, bersih, rapi, dan agak sedikit konservatif.











2. Cari informasi




















Tanyakan kepada pasangan, hal apa yang paling tidak disukai oleh ayah dan ibunya. Misalnya, bila ayahnya tidak suka merokok, tinggalkan rokok Anda di dalam mobil. Atau bila ibunya tidak menyukai tinju, hindari topik pembicaraan seputar tinju.

3. Mengambil hati


Bertunangan dengan seseorang yang berbeda budaya? Pada pertemuan pertama, suatu keharusan bagi Anda untuk melakukan sesuatu untuk menghormati kebudayaan/tradisi pasangan. Pelajari sebanyak mungkin tentang tradisi mereka, terutama apa yang harus dilakukan saat pertama bertemu. Apakah harus berjabat tangan, membungkukkan badan, mencium tangan, atau mencium pipi. Tanyakan pada pasangan, bagaimana bahasa aslinya bila ingin mengucapkan "Apa kabar". Ucapkan dengan benar dan baik dan hafalkan luar kepala.








4. Bersikap sopan


Artinya, mengatakan "ya" dengan benar bukan " he-eh" serta tidak lupa mengatakan "terima kasih" atau "silakan" pada saat yang tepat. Jangan bersendawa atau menggerakkan tubuh dengan tidak/kurang sopan. Duduk yang rapi dan bantu membersihkan piring/gelas yang kotor bila Anda tahu mereka tak punya pembantu. Ingat, hal-hal kecil yang Anda lakukan dapat sangat membekas di hati calon mertua!

5. Sapaan tepat


















Jangan membuat kesalahan dalam menyebutkan kata sapaan. Yang terbaik adalah dengan menanyakan kepada pasangan, kata sapaan yang baik, benar, serta yang disukai oleh kedua orangtuanya. Apakah mereka lebih suka dipanggil "bapak/ibu", "om/tante", atau malah nama kecil jika mereka berasal dari negara asing.

6. Bawa sesuatu


Sebaiknya Anda tidak datang dengan tangan kosong. Hal ini tidak berarti Anda harus membawa sesuatu yang mahal dan mewah. Bila membawa sesuatu buatan sendiri semisal kue, nilai Anda akan bertambah di mata calon mertua.

7. Perlihatkan minat



















Secara insting, setiap orang akan lebih menyukai orang lain bila mereka disukai. Tunjukkan sikap penuh perhatian, tertarik, dan waspada. Caranya? Perhatikan benar bahasa tubuh. Pada saat berbicara, tataplah mata calon mertua untuk memperlihatkan bahwa Anda memperhatikan apa yang diucapkannya, duduk yang baik (tidak terlalu kaku, tegang atau terlalu santai), dan beri anggukan pada saat tepat. Jaga mata Anda untuk tidak jelalatan menatap ke seluruh ruangan. Jangan mengentakkan kaki, jangan bolak-balik melihat jam tangan, serta jangan duduk dengan kaki terbuka.

8. Hindari topik aneh dan tak sopan















Hindari topik-topik seperti politik, agama, atau sesuatu yang kontroversial. Kecuali, jika calon mertua memang ingin membicarakannya topik tersebut. Di sisi lain, bisa saja Anda "dites" oleh mereka. Oleh karena itu, jangan bicarakan bila Anda tidak tahu, calon mertua berada di pihak yang mana. Selain itu, hindari senda gurau yang mengarah atau menyinggung pornografi, menceritakan dapur keluarga Anda, dan masalah yang sangat pribadi tentang Anda. Semua itu belum waktunya.

9. Bersikap sopan, manis, dan baik



















Perlihatkan sikap ramah, sopan, dan tidak berlebihan pada calon mertua, saudara kandung pasangan Anda dan pembantu rumah tangganya. Sikap baik yang Anda perlihatkan ini mempunyai nilai tersendiri bagi orang tuanya.

10. Jangan dibuat-buat dan jangan berpura-pura


Jadilah diri Anda sendiri. Jangan coba-coba untuk meniru sikap orang lain. Tampilkan kepribadian Anda dalam dosis yang sedikit dan hemat. Jaga nada suara. Jangan lupa pula duduk rapi dan baik. Yang tak kalah penting adalah atur napas sedemikian rupa. Jangan cemas, semua orang yang ada di ruangan itu pun sama dengan Anda, yaitu sedang mengalami masa transisi.

sumber http://www.indoforum.org/archive/index.php/t-58890.html